Pulau Kangean

Beberapa hari di Pulau Kangean baru sedikit pengetahuan yang saya dapat, keterbatasan waktu dan transportasi yang tidak tersedia tiap hari disana menjadi salah satu faktor. Kunjungan singkat padat dan jelas akan saya coba tulis, siapa tau bermanfaat. Berawal dari peta tutupan lahan Pulau Kangean saya kesana mencoba mengecek satu persatu kondisi flora dan fauna yang ada, namun pada tulisan ini tidak akan sedetail draft skripsi ya.

Berdasarkan pengamatan singkat ditemukan beberapa jenis satwa liar. Pada tutupan lahan pantai saya menjumpai sekelompok monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Untuk jenis burung saya mengamati dapat ditemukannya jenis kuntul karang (Egretta sacra) yang juga dapat ditemukan di kawasan Mangrove. Untuk kawasan mangrovenya sepanjang pengamatan saya mulai dari pelabuhan hingga masuk ke dalam pulau didominasi oleh jenis bakau (Rhizopora sp.).

Pengamatan saat berjalan sepanjang tutupan lahan hutan lindung yang berbatasan dengan hutan tanaman jati (Tectona grandis) saya menemukan beberapa individu monyet ekor panjang, seekor burung elang jawa (Nisaetus bartelsi), burung bubut (Centropus nigrorufus) dan beberapa jenis burung lain yang saya lupa nama lokal apa lagi nama latinnya. Monyet ekor panjang ditemukan memakan bagian buah tanaman kesambi (Schleichera oleosa Merr.) yang pada saat itu sedang berbuah melimpah. Sumber air kecil dapat ditemukan dibeberapa titik pada kawasan hutan di Pulau Kangean, beberapa menjadi lokasi berkumpulnya burung dan satwa liar lain dikarenakan dijadikan sumber air minum dan sekitarnya tumbuh pohon berbuah.

Masih banyak aspek yang perlu diteliti di Pulau Kangean ini baik di daratan maupun dipesisir. Menurut saya masyarakatnya juga butuh dukungan terkait bagaimana memanfaatkan sumberdaya alam dengan bijak dan ramah lingkungan. Kesadaran mereka akan menjaga lingkungan masih ada salah satunya ditunjukkan dengan penanaman bibit bakau disepanjang pesisir yang sebenarnya mulai rusak. Terjaganya terumbu karang dan padang lamun belum pernah diteliti lebih, baik keragaman maupun pengelolaannya. Di pelabuhan Pulau Kangean dimana kapal-kapal bersandar datang dari Sumenep, kalian bisa melihat jelas sekitar bibir pantai masih dapat ditemukan padang lamun yang tumbuh dengan baik sehingga jenis bintang laut (Protoreaster nodosus) banyak yang bisa hidup disekitarnya.

“Jangan tunggu saat rusak untuk melindungi keindahan alam Kepulauan Kangean”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s