Rumah Curik Bali, Bali Barat

Lomba fotografi satwa liar yang diadakan oleh pengelola Taman Nasional Bali Barat (TNBB) merupakan alasan saja, sebenarnya untuk nambah daftar cerita untuk bisa ditulis hahaha :D. Sudah lama tidak masuk hutan dan bertemu satwa liar, walaupun cuma sebagian kecil kawasan TN saja yang ditilik namun cukup lah lepas kangen jalan berlahan dan ngintip demi melihat aktivitas alami satwa. Lutung jawa (Trachypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan berbagai jenis burung yang nggak semua saya paham jenisnya. Oiya satwa yang saya temui nggak semua bisa diabadikan dalam camera minimalis saya. Hanya dua jenis yang bahagia motretnya (jelas mudah) yaitu monyet ekor panjang dan curik bali (Leucopsar rothschildi). Rumah asli bagi curik bali yang saat ini jumlah individu di habitat aslinya hanya beberapa ekor saja tak lebih dari 10. Kalau pun saat ini kita kesana banyak melihat mereka terbang bebas itu karena kesuksesan program penangkaran oleh pihak TN.

image

Jalak Bali disekitar penangkaran Tegal Bunder

Sesi hunting foto satwa dilakukan selama sehari mulai pagi hingga sore hari (05:30-15:00 WITA), selama itu peserta bebas keliling lokasi foto yang telah dipilih. Saya memilih lokasi Tegal Bunder dikarenakan lokasi tersebut terdapat beragam tipe habitat dan pertimbangan banyak tutupan tegakan pohon mengingat saat itu cuaca panasnya tak terhingga. Ternyata diluar dugaan, kondisi kawasan yang demikian tak mampu mengahadang cuaca panas yang luar biasa. Hutan muson yang lebih dominan, sehingga tak banyak tegakan yang tampak hijau pada saat itu. Kawasan mangrove yang tertera pada sketsa kawasan TN pun disulap menjadi padang rumput bagi sapi bali (Bos sondaicus) milik penduduk sekitar.

image

Sapi Bali milik warga di kawasan mangrove Tegal Bunder

Keesokannya sebelum detik-detik pengumuman pemenang, peserta lomba bebas berburu foto disekitar kantor balai TN. Saya berfikir dalam kawasan TN banyak lokasi penempatan kandang besi dengan beberapa ekor jalak bali dan beberapa ekor lain sengaja dilepas liar sekitar kandang. Untuk yang dilepas liar disediakan nest buatan. Dengan begitu pengunjung dengan mudah bertemu satwa endemik Pulau Bali tersebut.

image

Jalak bali pada nest buatan sekitar kantor TNBB

Hingga pada saat pengumuman pemenang lomba foto, menarik perhatian saya adalah hasil jepretan juara 3 yaitu moment dimana seekor lutung jawa minum dikubangan tanah. Baru saat itu saya melihat lutung jawa turun ke tanah untuk mencari air minum, karena selama di hutan (habitat aslinya) mereka tidak pernah turun ke tanah atau aktivitas hidupnya di atas pohon/tajuk (arboreal). Sayang saya tidak motrek hasil jepretan juara 3 tersebut 😦 .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s