Penangkaran Buaya dan Istana nan Berkemilau

Hari ketiga (12/9) di kota Medan yang untungnya kali ini ditemani oleh kawan ku asli kelahiran Pematangsiantar yang kebetulan sedang tidak ada tugas dan memutuskan ke kota Medan sekaligus mengunjungi anak istrinya. Yup namanya mas Isa Nasution, sudah sejak kemarinnya aku menjelaskan keinginanku hari ini akan mengunjungi mana saja. Kebetulan juga waktu ku terbatas karena setengah hari berikutnya aku harus ikut rombongan.

penbuy1

Pagi itu aku memintanya mengantarkan ke penangkaran buaya. Sepi, mungkin juga karena kami terlalu pagi untuk berkunjung. Tiket masuknya sebesar Rp 6000,00 per orang, disana kami menemukan kolam-kolam dengan ukuran beragam dengan isi beberapa ekor buaya yang dikelompokkan sesuai umurnya. Lahan bagian puaaaling belakang terdapat lebih banyak kolam lagi, tapi selain pegawai dilarang masuk. Ada juga rawa-rawa yang cukup luas, yang sudah berlumut airnya dengan entah ada berapa ekor buaya di dalamnya. Nemu juga seekor beruk (Macaca nemestrina) betina yang oleh pemilik dibuatkan kandang, kalo aku nggak salah liat di loket ada foto di penangkaran tersebut menyediakan atraksi beruk yang bermain dengan buaya. Tidak lama kami berkeliling penangkaran karena memang tidak terlalu luas dan pemandangan hanya itu-itu aja sih. Kemudian perjalanan berlanjut berkeliling kota Medan dan ditunjukkanlah aku tempat-tempat yang ramai dan bersejarah. Banyaaaaaak tapi tak sempat berhenti karena lagi-lagi karena waktu, tak masalah yang penting aku pernah tau, iya tau aja.

penbun2

penbun3

Setengah hari berikutnya lanjut ke Istana Maimoon. Sudah agak sore dan mendung karena sebelumnya mampir ke pajak untuk cari oleh-oleh macam siroup, kopi dan teri. Sebenarnya berkunjung ke istana ini sudah diniatkan kemarin namun hujan dan mati lampu,  sehingga baru disempatkan hari ini. Tiket masuk untuk ke istana yang saat ini masih dipergunakan oleh raja sebagai tempat tinggal adalah Rp 5000,00 per orang. Raja saat ini masih berstatus pelajar SMP di Sulawesi sehingga yang menunggu istana saat ini adalah kerabat raja. Ruang yang diperbolehkan dimasuki oleh pengunjung hanya sebagian saja yaitu teras dan semacam ruang tamu istana.

istanam1

Yang membedakan istana Maimoon dengan keraton (misalnya Jogja) adalah corak warna. Dekorasi ruang yang tampak sekali suasana terang benderang yaitu dominasi warna emas meliputi istana Maimoon ini. Di dalam istana ada dua toko yang menyediakan persewaan pakaian adat istana untuk dapat berpose ala-ala keluarga kerajaan, serta menjual souvenir berciri khas istana Maimoon.  Oiya saat mengunjungi istana Maimoon juga lagi mati lampu (lagi) lhoooo dan hujan pula.

istna2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s