Menara Tahun 1906 di Jalan S.M. Raja

Ceritanya langsung hari kedua (11/9) di Medan aja ya, dimana aku memutuskan berkeliling kota tersebut sendiri dengan panduan maps by mobile phone dan bertanya kepada pegawai penginapan selama saya tinggal di Medan. Tidak jauh beda seperti kemarin ekspresi pegawai penginapan tersebut tampak heran dan bingung saat saya menanyakan jalur transportasi umum aka mikrolet untuk menuju Menara Air Tirtanadi. Intinya dari jalan Gatot Subroto (Gatsu) saya harus naik angkot nomer 64 sampai jalan Singsingamaraja (S.M. Raja) karena Menara Air Tirtanadi berada disekitar daerah itu. Sempat kebablasan sih, tapi banyak hal yang saya temui malah yaitu demo mahasiswa UISU (Universitas Islam Sumatera Utara), lokasi Masjid Raya Al-Mashun dan Istana Maimoon dan kesempatan saya naik bentor (becak montor) gila.

bentorg

Sampai di depan lokasi Menara Air yang berada dalam kawasan kantor PDAM kota Medan dan persis berada di depan kampus kedokteran UISU, saya disambut dengan kemacetan akibat kampus ditutup dan mahasiswa berkumpul diluar kampus. Dan juga menjadi pengalaman saya sebagai wisatawan abal-abal saat ingin memotret harus menghubungi humas PDAM terlebih dahulu, saat motret juga didampingi oleh satpam (yassalaaaam). Tapi lumayan sih jadi semacam ada guide, walau kurang pengalaman. Kerennya lagi menara air tersebut hingga sekarang masih berfungsi yaitu mengairi air bersih untuk seluruh daerah di Medan.

monumendin

menarat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s