Tong Edan Pasar Malam

Boleh lah sedikit cerita kalo ini kunjungan ke 3 kalinya aku pergi ke pasar malam. Terserah kalo pada mau bilang aku masa kecil kurang bahagia, tapi emang 😐
Ada alasannya kok, kalo tiap liat pasar malam aku pengennya naik “bianglala” tapi ibuku selalu melarang alasannya kotor, banyak kuman karena besi-besi berkarat hingga nanti aku muntah karena wahananya berputar-putar. Ciyan, iya 😦
Oke ,toh pada akhirnya aku sudah pernah mengunjungi pasar malam, namun pasar malam kali ini buat aku jadi kurang menikmati wahananya karena hatiku yang terlalu lembut alias nggak tegaan. Yup! Wahana “tong edan” ada yang tega menikmati pertunjukannya??? Aku ora!!!
tong
Awalnya aku sangat penasaran pertunjukan itu, iyo aku nggumunan. Tapi waktu pertunjukan dimulai aku cuma membalikkan badan, iya nggak berani liat pertunjukkan itu. Berfikir, bagaimana bisa penonton lain tega liat wajah para pemain tersebut??? Dengan baju lusuh, wajah tanpa ekspresi, motor modif yang tampak…ahsudalah.
Oke aku benci mengingat ekspresi pemain2 tersebut, ekspresi yang pasrah seolah-olah hanya pekerjaan itu saja yang bisa mereka lakukan. Pekerjaan yang kapan pun bisa merenggut nyawa mereka, jatuh kelindes ban motor mereka sendiri dan mati (mulai kejaaaam). Benar-benar aksi yang tidak menjamin keselamatan pemain.

Niat ku yang ingin motrek aksi mereka harus aku urungkan, melihat saat beraksi aja aku tak mampu. Disisi lain aku juga salah nyetting kamera, lengkap sudah. Hanya dua foto ini yang bisa aku jadi kenang-kenangan, nggak minta banyak cuma keselamatan aja bagi para pemain.

edan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s