Hijauan di Wanarejo

Aku menulis ini karena saking bingungnya harus mengetik tugas yang mana dulu, baca saja lagi selo. Buka-buka file foto dan menemukan foto saat saya bersama kawan-kawan melakukan ekowisata ke mangrove Wanarejo, Surabaya, Jawa Timur (21/08/2012). Sungai yang mengalir di Wanarejo hingga selat Madura ini menurut berbagai sumber merupakan salah satu aliran dari sungai Brantas. Keputusan melakukan ekowisata karena saat itu kami bosan ketika berkumpul dan pergi bersama selalu di mall . Walau setelah itu tujuan kami ke mall juga sih. Tiket masuk kawasan plus naik perahu per orang ditarif 25k. Disana terdapat beberapa unit perahu yang  mengangkut kira-kira untuk 20 orang per perahu.yoyow

Menaiki perahu hingga ke muara sungai membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit. Pemandangan pada umumnya sungai bagian hulu, kanan kiri pohon khas muara yaitu nipah (Nypa sp.), api-api (Avicenia sp.) dan bakau (Rhizophora sp.). Jenis-jenis burung mangrove juga dapat di jumpai, kalau sepengamatan dan pengetahuan ku mengenai burung yang ada hanya jenis  kuntul besar (Egretta alba) dan kowak malam merah (Nycticorax caledonicus). Sungai yang mengalir di Wanarejo ini menurut berbagai sumber merupakan salah satu aliran dari sungai Brantas.

Sampainya di muara sungai yang langsung berbatasan langsung dengan laut, kita akan dipersilahkan menikmati rimbunnya hutan mangrove sesuka hati hingga ada perahu yang datang lagi untuk menurunkan dan mengangkut penumpang ke hulu lagi. Perahu akan merapat mendekati  dermaga dan pengunjung dipersilahkan turun untuk menelusuri jalan yang disediakan terbuat dari anyaman bambu. Banyak fasilitas yang tersedia yang jelas adanya adalah beberapa gazebo untuk para pengunjung duduk dan menikmati laut selat Mandura dan kamar mandi. Sebenarnya ada tempat semacam resto namun saat itu belum selesai pembangunan. Tapi aku pikir lebih baik tidak ada karena limbah makanan pasti dapat menambah bahan pencemaran bagi kawasan mangrove tersebut, yang jelas sisa-sisa makanan akan membuat bau. Beberapa lokasi muara yang pernah aku kunjungi identik dengan sampah kiriman dari kawasan hulu seperti plastik bahkan kasur atau bantal.

Saya berharap agar kawasan ini tetap terjaga baik atau kalau bisa ditingkatkan tutupan pohonnya agar ekosistem yang ada tetap terjaga. Kalau aku baca dari laman sebelah dan penelitian kampus sebelah (buat istilah sendiri) banyak ditemukan fauna jenis aves atau burung disana itu pasti karena pakan bagi satwa tersebut masih tercukupi. Ohya dulu juga katanya kawasan ini salah satu habitat monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Katanya juga kira-kira tahun 2011 teman ku yang melakukan penelitian disana masih menemukan monyet ekor panjang liar. Tapi nyatanya ketika aku kesana tidak melihat seekor pun yang hidup bebas di tajuk-tajuk pohon mangrove, malah aku menemukan satu ekor dirantai 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s