Hutan Keramat Saksi Keragaman Satwa Liar

Kali ini judulnya sedikit berlebihan, lokasi hutan ini juga diperolah berdasarkan informasi dari kenalan yang di Serang-Purbalingga secara tidak sengaja. Hutan Baturwangi yang berada di pinggir jalan utama Belik (Pemalang) pada hari tertentu ramai pengunjung memberi makan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Di sebrang jalan berjejer warung-warung kecil yang ternyata juga menjual pakan monyet tersebut berupa kacang. Ya, hutan keramat tersebut menjadi habitat satu jenis primata tersebut. Umumnya jenis monyet panjang tersebut sangat mudah beradaptasi pada kondisi apapun, walaupun hutan tersebut dikepung dengan jalan raya, sekolah dan pemukiman. Hutan Baturwangi ini merupakan wana kramat Mbah Batur, Bulakan. Menurut guru kunci lokasi tersebut Mbah Robil (78), hutan tersebut ada kaitannya dengan Cempakawulung yang terdapat di Moga. Tidak ingin memperdalam mengenai lokasi kramat tersebut karena aku tak terlalu paham mengenai sejarah, namun aku lebih tertarik mengenai pengetahuan Mbah Robil mengenai kondisi hutan tersebut (dimasa lalu).

Informasi yang pernah kami dengar bahwa hutan kramat tersebut pernah terdengar suara salah satu jenis primata bernama owa jawa (Hylobates moloch). Kroscek lah kami ke lokasi tersebut dan bertanya kepada beberapa narasumber seperti pemilik warung seberang hutan kramat dan guru kunci. Ya, mereka mengenal persis suara khas owa jawa yang biasanya terdengar saat pagi hari. Mbah Robil sendiri, ketika ditanya mengenai ciri beberapa jenis primata dapat menjawab dengan tepat. Owa jawa yang berbulu berwarna abu-abu, tidak memiliki ekor dan selain mengeluarkan suara dipagi hari owa jawa akan berbunyi setelah hujan turun. Rekrekan atau surili (Presbytis fredericae) yang tubuhnya lebih kecil dari owa jawa, memiliki ekor, bulunya berwarna hitam namun bulu bagian dada berwarna putih. Kukang  yang gerakannya lambat, bulu berwarna cokelat, umumnya dapat ditemukan ditanaman bambu yang banyak tumbuh disepanjang tepi sungai, aktif dimalam hari, banyak yang memburunya untuk dijadikan ramuan obat-obatan.

Saat masuk ke dalam hutan itu sendiri masih terdapat pohon-pohon khas hutan alam, dibalik tutupan pohon hutan terdapat sungai mengalir dan bila ditilik lebih ke belakang lagi tegakan pohonnya sudah jenis-jenis komersil serta sawah. Jelas sudah, yang mampu bertahan di hutan seluas kurang lebih satu hektar hanyalah jenis monyet ekor panjang. Diskripsi apik oleh Mbah Robil itu merupakan pengalaman beliau saat hutan tersebut masih sangat luas dan belum terjamah oleh kebutuhan manusia akan lahan produktif  🙂

gabung2

Advertisements

3 thoughts on “Hutan Keramat Saksi Keragaman Satwa Liar

  1. Sebnrnya hutan dipurbalingga msh bnyk binatang yg tdk dimiliki oleh daerah lainnya kaya banteng mini alias kendos lokasi rahasia soalnya takut diburu. Klo pemerintahnya perduli bisa melestarikan melindungi msh bnyk binatangnya cuman pemburunya pd gila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s