Biji Kopi Luwak Sebenarnya

Judul kali ini aku tulis karena aku telah bertemu dengan orang-orang yang lama berkecimpung dengan tanaman kopi, luwak dan hutan. Ya, mungkin mereka salah satu yang aku kenal yaitu warga Desa Kayupuring, Dusun Sokokembang, Kecamatan Pekalongan. Aku pertama kali berkunjung di desa ini pertama kalinya bulan Juli empat tahun yang lalu untuk melakukan kegiatan lapangan mengenai salah satu satwa yang hidup di hutan alam sekitar desa. Saat keluar masuk hutan, banyak aku jumpai kotoran luwak di lantai hutan tercecer, karena di hutan tersebut luwak dapat mudahnya memperoleh buah kopi. Dengan indera penciuman luwak dapat memilih buah yang masak (berwarna merah) kemudian dimakan dan melalui saluran pencernaan akan dikeluarkan menjadi kotoran yang mengandung biji kopi. Biji kopi tersebut yang banyak orang cari dan mahal harganya karena memiliki rasa yang berbeda dari biji kopi lain konon karena bercampur dengan bahan yang terkandung saat berada di alat pencernaan luwak. Daaaaaaaaaaan itu baru yang namanya kopi luwak!

kotora

Saat aku pertama kali menginap di sana, warga tidak menyukai kopi luwak. Bagi mereka biji yang bercampur dengan kotoran luwak tersebut kotor dan tidak higienis walau sudah dicuci sekalipun. Beberapa kali aku dan kawan-kawan mencoba memberi pengetahuan mengenai kopi luwak yang terkenal itu. Hingga beberapa tahun ini aku mendapatkan cerita dari kawan yang melakukan penelitian di sana, warga sudah mau mulai mengolah biji kopi luwak. Ketika aku kembali berkunjung sekitar awal tahun 2013 dan diberi bungkusan kotoran luwak yang telah lama disimpan. Menurut Ibu Napah sebagai narasumber ku bercerita untuk memperoleh kotoran luwak dalam setahun kira-kira satu karung goni (kira-kira berapa kilo ya?). Mengumpulkan kotoran juga terpaut waktu mengingat bila terlambat sampai datangnya musim hujan, biji bercampur kotoran tersebut akan bertunas menjadi anakan pohon kopi. Oleh karena itu aku jadi mengerti begitu mahalnya harga kopi luwak karena proses memperolehnya begitu sulit. Jangan sampai tertipu kopi luwak dari hasil ternak luwak ya? Kasihan si luwak itu pada kena diabetes (?).

Advertisements

One thought on “Biji Kopi Luwak Sebenarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s