The Dance of Javan Gibbon

Sekedar kumpulan foto pergerakan seekor owa jawa yang dijumpai dan terdekat dari jalan utama ketika masuk ke kawasan Hutan Ekowisata Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah.

Advertisements

Hijauan di Wanarejo

Aku menulis ini karena saking bingungnya harus mengetik tugas yang mana dulu, baca saja lagi selo. Buka-buka file foto dan menemukan foto saat saya bersama kawan-kawan melakukan ekowisata ke mangrove Wanarejo, Surabaya, Jawa Timur (21/08/2012). Sungai yang mengalir di Wanarejo hingga selat Madura ini menurut berbagai sumber merupakan salah satu aliran dari sungai Brantas. Keputusan melakukan ekowisata karena saat itu kami bosan ketika berkumpul dan pergi bersama selalu di mall . Walau setelah itu tujuan kami ke mall juga sih. Tiket masuk kawasan plus naik perahu per orang ditarif 25k. Disana terdapat beberapa unit perahu yang  mengangkut kira-kira untuk 20 orang per perahu. Continue reading

Stroberi Lereng Slamet

Tepatnya di Dukuh Kaji, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga pada akhir bulan Januari 2013. Perjalanan menuju desa tersebut kami disambut oleh perkebunan sayur di kanan dan kiri berupa daun bawang, wortel, sawi, kol, kentang dan yang sebagai ikon wisata bagi desa ini adalah stroberinya. Namun saat kami lewat, sepanjang jalan tak menemukan kebun yang penuh dengan stroberi. Ternyata, kata orang setempat lagi tidak musim karena musim hujan atau umumnya orang setempat menandakan musim berbuah saat lebaran (secara jatuhnya hari raya umat muslim tiap tahun maju (?)).Oleh karena masyarakat mengganti kebun stroberi menjadi kebun sayur dan lagi tidak musim libur panjang juga sih. Musim sangat memengaruhi kondisi pertumbuhan buah. Pada saat musim hujan akan membuat rasa buah menjadi kurang manis, dominan rasa asam kecut. Yaaaaa, seperti yang kami rasakan saat berkunjung di rumah salah satu warga Dukuh Kaji. Aku lupa nama pemilik rumahnya, yang aku ingat nama anaknya yang masih kelas lima SD yaitu Hari Sabar Kuatno (Sabar). Pagi hari setelah sarapan kami disuguhi sekeranjang kecil stroberi dan benar saja rasanya asam kecut manis tapi segar. Jauuuuuuh berbeda dengan stroberi yang dijual di swalayan, jauh! Stroberi yang kami makan di Serang ini ukurannya lebih besar. Warnanya tidak semua merah namun masih ada yang putih kehijauan tapi tetap bisa merasakan manis walau ada asam kecutnya. Emmmmm pertanyaan bodoh yang kami ajukan kepada si Sabar adalah, “Bar, ini lho dimakan stroberinya (menyodorkan keranjang berisi stroberi)” dan jelas si Sabar menjawab, “Nggak, bosan”. Oke fine.

strom

Museum Flora dan Fauna Jogja

Video

Disaat banyak pemuda dan pemudi pada tanggal 14 Februari merayakan hari kasih sayang “valentine” bersama orang yang spesial yang umumnya lawan jenisnya, tidak dengan ku. Bukan masalah besar sih karena pada hari itu aku pergi bersama kawan ku Elok Anggraini. Ya, kami haus ilmu akan ilmu pengetahuan dan berkunjunglah kami ke museum. Ini pertama kalinya aku berkunjung ke Museum Biologi UGM, mungkin tidak dengan kawan saya yang satu itu. Untuk dapat masuk ke dalam museum pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar 3k untuk pelajar, 5k untuk umum dan 10k untuk wisatawan asing. Jadwal bukanya: Senin – Kamis (pukul 07.30-13.30) dan Jum’at (pukul 07.30-11.30). Continue reading

Yang Sudah Tergantikan

Saat aku berlibur bersama beberapa kawan kuliah ku (02/12/2012) menyusuri Goa Pindul yang berada di daerah Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Sebelumnya aku numpang berganti pakaian disalah satu rumah warga sekitar dan tidak sengaja melihat salah satu peralatan pengolahan sawah menggantung di dinding belakang rumah yang aku tumpangi.

Peralatan tersebut adalah alat untuk membajak sawah menggunakan tenaga sapi, kalau di Jawa biasa disebut garu. Alat itu terdiri dari dua bagian, yang berbentuk n yang diikat pada leher sapi yang kemudian akan diikat dengan alat yang panjang berbentuk seperti cangkul itu yang berfungsi untuk membajak sawah.

BAJAK